hari ini, aku jalan-jalan ke malioboro
niatnya sih cuma keluar sama kebo sampe jam 8an..dengan perkiraan kita bakalan laper banget
dan makan malam di rumah dengan lauk ayam panggang 3 berku dan sayur tempe terik
hemat..namanya juga tanggal tua (24 April 2010)
eh, ngga tahunya malah beli Potatokrunch ala singkongnya rasa keju pedas dengan harga tiga goceng aja
lanjut jalan-jalan lagi...
sampai ke Mirota Batik Malioboro, malah beli permen emut tempo doeloe seharga seribu rupiah per itemnya. ini nih rasa Sarsaparila dalam bentuk permen emut , kopi hopjes juga ngga kalah seru di mulut. bungkusnya aneh,dari kertas yang lengket di permennya dan ngga di bungkus per butirnya. huft, ga pa pa deh sekali-kali ngga higienis buanget.
terus jalan pulang,,eh ditraktir sama kebo pake duit-duit sisa akhir bulan di dompetnya Kerak Telor Betawi.
yang bikin beda itu bukan rasa dari makanan (yang konon khas Betawi) ini. tapi suasana nya..
bapak penjual yang terlihat ceria dan berusia 70-an itu ternyata sudah berusia 84 tahun
bapak ini suka bercerita rupanya, tak rampung cerita saat memasak...dia melanjutkan ketika kami akan memutuskan akan dibawa pulang atau makan di tempat
tempat yang dimaksud bukan seperti warung makan..hanya dengan modal 2 bangku plastik dan menempel di pinggir tembok batas parkir dan salah satu gang di Malioboro Mall. hawa dingin malam juga membuat tidak betah berdiam diri lama-lama di situ...
bapak mulai bercerita tentang kisah cintanya dengan almarhumah istrinya, yang meninggal di saat 60 tahun. dia menceritakan betapa bahagianya menjalani masa pacaran selama 6 tahun tanpa rasa curiga.
bapak menanamkan kepercayaan di dalam hati pasangannya. bapak menekankan kepada kami untuk saling percaya yang dimulai dari kejujuran
bapak mengatakan, tak pernah satu waktupun dia marah atau cemburu kepada ibu. karena, mereka saling percaya dan mantap
bapak juga berkomitmen untuk menikah hanya satu kali
di kala pacaran dulu, beliau sering bertemu di dekat Benteng Vredenburg. padahal jarak yang harus ditempuhbibu dari Godean sekitar 15 km. dan itu menggunakan sepeda.
rasa letih itu akan terbayar, ketika ibu sudah bisa melihat lamabaian bapak dari jauh
setelah itu baru pulang pukul 10 malam...
Percaya dan kejujuran ...
dua kata yang nampaknya jarang terdengar di jaman ini
2dua kata yang mampu mengikat jalinan asmara lebih erat ini, susah gampang juga buat dilakoni
kata-kata yang tidak sengaja lewat cerita sederhananya bisa menggugah hatiku..untuk lebih setia lagi sama kebo
bapak penjual kerak telor itu, udah ngjarin ramuan berkhasiat dalam menjalin hubungan
hubungan yang sederhana tanpa rasa curiga itu yang membuat cerita mereka makin indah
sayangnya...bapak ditinggal ibu sudah 24 tahun ini
seandainya ibu masih ada, tentu bapak akan lebih ceria lagi
hanya doa yang bisa bapak sampaikan kepada istri di Sana
bapak makasih ya buat cerita mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar